<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Agus Yuniarso&#039;s Photo, Video &#38; Visual Reporting &#187; Media Alternatif</title>
	<atom:link href="http://agusyr.wordpress.com/category/media-alternatif/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://agusyr.wordpress.com</link>
	<description>Ada Cerita Dari Balik Lensa</description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Oct 2009 17:34:59 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='agusyr.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/317f2683036b3e898c661e27a8ca0c8b?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Agus Yuniarso&#039;s Photo, Video &#38; Visual Reporting &#187; Media Alternatif</title>
		<link>http://agusyr.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Wawancara Andy F. Noya dengan Sultan Hamengku Buwono X (2)</title>
		<link>http://agusyr.wordpress.com/2007/09/23/wawancara-andy-f-noya-dengan-sultan-hamengku-buwono-x-2/</link>
		<comments>http://agusyr.wordpress.com/2007/09/23/wawancara-andy-f-noya-dengan-sultan-hamengku-buwono-x-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Sep 2007 09:04:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesia Tempo Doeloe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jogjakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Media Alternatif]]></category>
		<category><![CDATA[Televisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusyr.wordpress.com/2007/09/23/wawancara-andy-f-noya-dengan-sultan-hamengku-buwono-x-2/</guid>
		<description><![CDATA[Transkip wawancara Andy F. Noya dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam acara &#8220;Kick Andy&#8221; (MetroTV, Kamis, 20 September 2007, 22.05-23.00wib)

Andy; Baik, Pak Sultan kalau dilihat tadi gambaran yang ada walaupun tidak bisa mewakili semua masyarakat Jogjakarta, Anda memang mengatakan berkali-kali Anda tidak bersedia dipilih bahkan dalam kegiatan pisowanan ageng misalnya Anda menegaskan kembali bahwa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agusyr.wordpress.com&blog=1441097&post=11&subd=agusyr&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em><font size="2" color="#00007f">Transkip wawancara Andy F. Noya dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam acara &#8220;Kick Andy&#8221; (MetroTV, Kamis, 20 September 2007, 22.05-23.00wib)</font></em><em></em><font size="2"><a href="http://agusyr.files.wordpress.com/2007/09/kickandy3.jpg"></a></font><font size="2"><a href="http://agusyr.files.wordpress.com/2007/09/kickandy3.jpg"></p>
<p style="text-align:center;"><img src="http://agusyr.files.wordpress.com/2007/09/kickandy3.jpg" /></p>
<p></a>Andy; Baik, Pak Sultan kalau dilihat tadi gambaran yang ada walaupun tidak bisa mewakili semua masyarakat Jogjakarta, Anda memang mengatakan berkali-kali Anda tidak bersedia dipilih bahkan dalam kegiatan pisowanan ageng misalnya Anda menegaskan kembali bahwa Anda tidak bersedia dipilih. Tapi kalau dorongan begitu besar agar Anda kembali menjabat sebagai Gubernur, apakah Anda berubah pikiran?</p>
<p>Sultan: Saya kira orang kan tidak tahu bahwa saya sebelum menyatakan itu saya punya kegelisahan yang hampir satu bulan.</p>
<p>Andy: Apa itu? <span id="more-11"></span></p>
<p>Sultan: Ya .. untuk mengambil sikap itu.</p>
<p>Andy: Apa pertimbangannya?</p>
<p>Sultan: Itu akan menimbulkan pro dan kontra. Ya tapi tidak hanya menimbulkan pro dan kontra mungkin masyarakat sebagian akan mengatakan saya mengkhianati para pendahulu saya.</p>
<p>Andy: Ya itu yang cukup kuat.</p>
<p>Sultan: Ya kan. Itu semua kan mewarnai di dalam kegelisan saya. Saya tidak hanya berdialog dengan istri dengan anak dan sebagainya. Saya mencoba merenung ya… Dengan jujur saja ya… sebelum saya satu malam mendeclare itu saya jumat malem jam 12 malem itu saya masih berada di dalam masjid.</p>
<p>Andy: Untuk?</p>
<p>Sultan: Untuk merenung…. Ya di dalam masjid. Apa yang saya lakukan ini benar. Dengan segala kejujuran, keikhlasan ya….dengan hati nurani yang jernih. Dan itu saya temukan. Makanya saya dengan pasti saya mengatakan saya tidak bersedia.</p>
<p>Andy: Tapi apakah Anda tahu Anda telah mengecewakan banyak warga Jogjakarta.</p>
<p>Sultan: Lho itu bisa terjadi saat ini ya … tapi saya punya harapan seperti yang saya sampaikan pada waktu dialog di pisowanan ageng. Itu mungkin kegamangan, kekhawatiran ya. Dan mungkin itu menjadi apa … hati bersedih, tapi siapa tahu bahwa nanti sebetulnya dengan undang-undang keistimewaan Jogjakarta itu ditemui bukan hati yang sedih tapi hati yang berbahagia. Siapa tahu! Untuk rakyat.</p>
<p>Andy: Anda cukup melihat dari sisi itu?</p>
<p>Sultan: O iya to. Karena bagaimanapun Jogja ini sepenuhnya dari awal perjuangan diabdikan untuk republik.</p>
<p>Andy: Saya ingin sekali lagi menegaskan kalau terjadi perbedaan antara Anda sebagai Sultan dan Gubernur sebagai kepala pemerintahan, rakyat akan bingung. Nah bagaimana Anda membuat suasana menjadi harmonis kalau terjadi perbedaan seperti itu?</p>
<p>Sultan: Begini ya … terpaksa saya membocorkan sedikit ini …</p>
<p>Andy: (tertawa) ….</p>
<p>Sultan: Tapi ini bukan aspirasi saya tapi aspirasi yang dirumuskan oleh tim.</p>
<p>Andy: Tim apa?</p>
<p>Sultan: Ya… tim dari Gajah Mada yang untuk masukan kepada pemerintah lewat Departemen Dalam Negeri.</p>
<p>Andy: Apa itu?</p>
<p>Sultan: Ya … bagaimana Sultan ini ditempatkan pada posisi tertentu yang dimungkinkan sama DPRD Propinsi membuat suatu peraturan yang namanya Perdais yaitu Perautan Daerah Istimewa Jogjakarta. Menyangkut aspek kebudayaan, menyangkut aspek pertanahan, menyangkut aspek tata ruang. Semua kebijakan kalau itu sudah disetujui .. Perdais itu… Gubernur, Bupati, Walikota harus mengacu pada Perdais. Kalau tidak mengacu pada Perdais ya … saya bisa membatalkan keputusan itu.</p>
<p>Andy: Seorang Sultan bisa membatalkan jika ada penyimpangan dari Perdais tadi?</p>
<p>Sultan: Perdais berdasarkan kesepakatan bersama. Ya juga sepengetahuan DPRD Propinsi. Kan gitu? Ya … ini salah satu coba yang dikembangkan oleh tim dari Gajah Mada di dalam membangun satu leadership tadi.</p>
<p>Andy: Gagasan ini sudah final? Sudah diajukan kepada pemerintah pusat ya?</p>
<p>Sultan: Ya. Pemerintah nanti ga tahu apakah ada perubahan atau tidak. Nanti kan masuk ke DPR ya …</p>
<p>Andy: Menarik untuk tetap mengikuti pemikiran-pemikiran Sri Sultan Hamengkubuwono ke X karena itu jangan beranjak dari tempat anda ikuti terus pendapat-pendapat, pandangan Sri Sultan Hamengkubuwono ke X berkaiatan dengan Kesultanan Yogyakarta. Pastikan bersama saya … (applause)….</p>
<p></font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/agusyr.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/agusyr.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agusyr.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agusyr.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agusyr.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agusyr.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agusyr.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agusyr.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agusyr.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agusyr.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agusyr.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agusyr.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agusyr.wordpress.com&blog=1441097&post=11&subd=agusyr&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusyr.wordpress.com/2007/09/23/wawancara-andy-f-noya-dengan-sultan-hamengku-buwono-x-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a787783f12e8d98599a8f4056b153159?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Indonesia Tempo Doeloe</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://agusyr.files.wordpress.com/2007/09/kickandy3.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Wawancara Andy F. Noya dengan Sultan Hamengku Buwono X (1)</title>
		<link>http://agusyr.wordpress.com/2007/09/23/wawancara-andy-f-noya-dengan-sultan-hamengku-buwono-x-1/</link>
		<comments>http://agusyr.wordpress.com/2007/09/23/wawancara-andy-f-noya-dengan-sultan-hamengku-buwono-x-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Sep 2007 08:35:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesia Tempo Doeloe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jogjakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Media Alternatif]]></category>
		<category><![CDATA[Televisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusyr.wordpress.com/2007/09/23/wawancara-andy-f-noya-dengan-sultan-hamengku-buwono-x-1/</guid>
		<description><![CDATA[Transkip wawancara Andy F. Noya dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam acara “Kick Andy” (MetroTV, Kamis, 20 September 2007, 22.05-23.00wib)




Andy: Pak Sultan, pernyataan Anda untuk tidak bersedia dipilih kembali sebagai Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, sebenarnya alasan yang jujur itu apa sih ?
Sultan: Kenapa itu menjadi suatu question sebetulnya ? 
Andy: Karena banyak orang tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agusyr.wordpress.com&blog=1441097&post=8&subd=agusyr&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><font size="2" color="#000080" face="Verdana"><em>Transkip wawancara Andy F. Noya dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam acara “Kick Andy” (MetroTV, Kamis, 20 September 2007, 22.05-23.00wib)</em></font><font size="2" color="#000080" face="verdana"><br />
<a href="http://agusyr.files.wordpress.com/2007/09/kickandy1.jpg"></a><br />
<a href="http://agusyr.files.wordpress.com/2007/09/kickandy1.jpg"></a></font><font size="2" color="#000080" face="verdana"></p>
<p style="text-align:center;"><em><img src="http://agusyr.files.wordpress.com/2007/09/kickandy1.jpg" /></em></p>
<p><font size="2" face="Verdana"><br />
Andy: Pak Sultan, pernyataan Anda untuk tidak bersedia dipilih kembali sebagai Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, sebenarnya alasan yang jujur itu apa sih ?</p>
<p><font size="2" face="Verdana">Sultan: Kenapa itu menjadi suatu question sebetulnya ?</font><font size="2" face="Verdana"> </font></p>
<p></font><font size="2" face="Verdana">Andy: Karena banyak orang tidak percaya semudah itu Anda menyatakan tidak bersedia. Pasti ada latar belakang lain …</font><font size="2" face="Verdana"> </font><font size="2" face="Verdana">Sultan: Semudah itu atau memang tidak biasa ? (tertawa)</p>
<p>Andy: (tertawa) … Alasan pensiun kurang bisa diterima ya ? Masih gagah seperti ini …</p>
<p>Sultan: Jadi begini ya. Saya melihat bahwa tantangan jaman ini sudah berubah.</p>
<p>Andy: Sudah berubah …</p>
<p>Sultan: Ya.</p>
<p>Andy: Artinya ? <span id="more-8"></span></p>
<p>Sultan: Artinya, bahwa yang dimaksud dengan kedaulatan di tangan rakyat, ya … Itu harus menjadi kekuatan baru di dalam proses membangun sistem dan manajemen Pemerintah di masa depan. Saya ingin bagaimana masyarakat Jogja tunduk pada sistem dan manajemen pemerintahan daerah … ya …</p>
<p>Andy: Ini menarik. Karena, berarti Anda menafikan komitmen ayah Anda Sri Sultan Hamengku Buwono IX dengan Pemerintah bahwa jabatan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta dijabat seumur hidup oleh Sultan …</p>
<p>Sultan: Tidak ada … kalimat itu …</p>
<p>Andy: Jadi dalam undang-undang tahun 1950 itu sebenarnya tidak tercantum.</p>
<p>Sultan: Di dalam Undang-undang 32 2004 pun dikatakan adalah Gubernur itu dari keluarga Keraton Jogjakarta. Wakil Gubernur dari keluarga Puro Pakualaman. Tidak menyebut Sultan.</p>
<p>Andy: Jadi Anda tidak merasa bahwa menghianati komitmen Ayah Anda …</p>
<p>Sultan: Tidak. Tapi Republik ini sudah final. Itu yang tidak akan Saya khianati dari bagian Republik. Ya … Andy: Ini menarik karena …</p>
<p>Sultan: Menatap masa depan.</p>
<p>Andy: Sultan-sultan di beberapa daerah lain justru ingin memperkuat kekuasaannya. Tapi Anda justru mau melepaskan?</p>
<p>Sultan: Keraton itu sekarang bukan, bukan pada konteks kekuasaan politik. Kebudayaan, harus bisa memberiken pencerahan kepada masyarakatnya.</p>
<p>Andy: Tapi kalau ada yang kemudian mencoba melihat dari perspektif yang berbeda bahwa kemunduran Anda ini akibat Anda marah kepada Pemerintah Pusat yang tidak juga menggodog Rancangan Undang-undang Keistimewaan …</p>
<p>Sultan: Bagi saya marah tidak marah itu ada ekspresi pada diri seseorang, ya … Tapi bagi saya, bukan. Nanti undang-undang yang keluar itu … menafikan Saya juga tidak ada masalah, kok. Karena apa? Karena … Daerah Istimewa Yogyakarta itu sudah diabdikan untuk Republik. Ya terserah undang-undang yang membuat Pemerintah … apapun bentuknya.</p>
<p>Andy: Tapi kalau ada yang lebih nakal lagi bilang Sultan takut bertarung ketika pemilihan langsung takut kalah …</p>
<p>Sultan: (tertawa) … Masalahnya bukan masalah pilihan langsung ataupun penetapan. Ya. Masalahnya orang itu harus tahu batas pada satu momentum. Tapi Saya punya itikad jujur … Saya ingin melihat, bagaimana, apakah nanti keputusannya undang-undang untuk Daerah Istimewa Yogyakarta apapun harapan Saya hanya satu, bagaimana ada kepastian rakyat Jogja menatap masa depan yang lebih baik. Itu aja … (applause).</p>
<p>Andy: Dan ini semua, rakyat Jogja … (applause) … dan Saya tidak tahu apakah rakyat Jogja siap menerima Gubernur yang bukan Sultan.</p>
<p>Sultan: Ya … Saya kira kalau sekarang kegamangan orang saja. Mungkin punya kekhawatiran, nanti bagaimana, apa yang akan terjadi … ya kan. Mungkin bayangannya takut kalau nanti dasarnya hanya money politic … tidak memihak kepada rakyat, ya kan. Masyarakat lupa bahwa domisili Saya tetap di Jogja bukan pindah dari Jogja.</p>
<p>Andy: (tertawa) … (applause) …</p>
<p>Sultan: Kalau Gubernur yang akan datang siapapun bertentangan dengan kehendak masyarakatnya, Saya tidak akan memihak Gubernur, Saya akan memihak masyarakat Saya … (applause) …</p>
<p>Andy: Baik, satu pernyataan yang luar biasa dari Sri Sultan Hamengku Buwono X tadi. Tapi sebelum kita lanjutkan, pastikan Anda masih bersama Saya di Kick Andy … (applause) …</p>
<p></font></font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/agusyr.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/agusyr.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agusyr.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agusyr.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agusyr.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agusyr.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agusyr.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agusyr.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agusyr.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agusyr.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agusyr.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agusyr.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agusyr.wordpress.com&blog=1441097&post=8&subd=agusyr&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusyr.wordpress.com/2007/09/23/wawancara-andy-f-noya-dengan-sultan-hamengku-buwono-x-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a787783f12e8d98599a8f4056b153159?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Indonesia Tempo Doeloe</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://agusyr.files.wordpress.com/2007/09/kickandy1.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Festival Film Tari Dancemotion Jalan Panjang Sang Media Baru</title>
		<link>http://agusyr.wordpress.com/2007/08/30/festival-film-tari-dancemotion-jalan-panjang-sang-media-baru/</link>
		<comments>http://agusyr.wordpress.com/2007/08/30/festival-film-tari-dancemotion-jalan-panjang-sang-media-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Aug 2007 06:53:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesia Tempo Doeloe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dance Film]]></category>
		<category><![CDATA[Kliping Pers]]></category>
		<category><![CDATA[Media Alternatif]]></category>
		<category><![CDATA[Video Dokumenter]]></category>
		<category><![CDATA[Videografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusyr.wordpress.com/2007/10/05/festival-film-tari-dancemotion-jalan-panjang-sang-media-baru/</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan Dewi Ria Utari di Koran Tempo, Selasa 15 Maret 2005
Sudah menjadi risiko ketika sebuah barang baru belum mendapat tempat. Inilah yang terjadi di acara festival Dance on Screen bertajuk DancEmotion yang diselenggarakan Tari Indonesia di Gedung Kesenian Jakarta, 10-13 Maret. Festival yang memutar 61 film dari 20 negara ini sepi penonton.
Memang bukan perkara gampang untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agusyr.wordpress.com&blog=1441097&post=12&subd=agusyr&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#333399;">Tulisan Dewi Ria Utari di Koran Tempo, Selasa 15 Maret 2005</span></span></p>
<p><span style="font-size:x-small;">Sudah menjadi risiko ketika sebuah barang baru belum mendapat tempat. Inilah yang terjadi di acara festival Dance on Screen bertajuk DancEmotion yang diselenggarakan Tari Indonesia di Gedung Kesenian Jakarta, 10-13 Maret. Festival yang memutar 61 film dari 20 negara ini sepi penonton.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"><span id="more-12"></span>Memang bukan perkara gampang untuk menarik minat penonton. Apalagi film tari termasuk spesies baru yang tak mutlak dimiliki baik oleh dunia tari maupun film. &#8220;Ini merupakan media baru yang bahkan di Amerika saja baru muncul pada 1960-1970-an,&#8221; kata Rhoda Grauer, produser, penulis, dan peneliti kebudayaan yang karya terakhirnya berupa skenario untuk pertunjukan drama I La Galigo karya Robert Wilson.</span><span style="font-size:x-small;"> </span><span style="font-size:x-small;">Dari pendapat Rhoda Grauer ini, kita sebenarnya bisa memahami bagaimana perjalanan film tari di dunia internasional masih anak bawang. Amerika sebagai salah satu perintis tari modern&#8211;lewat nama-nama besar seperti Isadora Duncan pada 1920-an&#8211;baru meluncurkan sebuah festival film tari pada 1971. Festival yang dinamai Dance on Camera ini digagas oleh Susan Braun, pendiri Dance Films Association pada 1956. </span></p>
<p><span style="font-size:x-small;">Sejak awal penyelenggaraan, festival ini menggunakan format menyebar. Pada 1971, bekerja sama dengan Film Society of Lincoln Center, festival ini tak hanya diadakan di Walter Reade Theater di New York, tapi di berbagai tempat di kota apel besar itu. Namun, format ini baru betul-betul terealisasi secara nasional dan internasional pada 1999. Saat itu, acara tak hanya berbentuk pemutaran, juga diskusi panel, workshop, pameran foto, dan memberi kesempatan kepada publik untuk berlatih kolaborasi dengan sutradara dan koreografer.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;">Beberapa acara tersebut juga diselenggarakan DancEmotion. Tari Indonesia yang didirikan Chendra Effendy Panatan dan Mira Tedja pada 2002 ini menyelenggarakan diskusi panel dan lomba untuk karya film tari dari Indonesia. Mereka menujuk juri internasional dan lokal. Ada Rhoda Grauer, Naoto Iina dari Dance dan Media Japan, Erin Brannigan dari ReelDance International Dance on Screen Festival di Australia, dan Marusya Nainggolan, direktur Gedung Kesenian Jakarta.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;">Awalnya, festival ini menyediakan empat kategori penghargaan: film terbaik, koreografi terbaik, musik terbaik, dan pilihan pemirsa. Namun, juri memutuskan untuk menggunakan kategori sendiri. &#8220;Karena film tari merupakan sebuah kolaborasi antara sutradara dan koreografer, bukan wilayah yang otonom. Di dalamnya terlibat banyak pihak dan media,&#8221; kata Rhoda. Akhirnya, pihak juri memutuskan sebuah kategori bernama Dance Film Collaboration yang diraih dua film Indonesia: Of Lilies, How They Grow karya Katia Engel dan Faozan Rizal dan Tamansari Wongso Rendheng karya Agus Yuniarso. Kategori musik terbaik tetap dipertahankan, diraih Andreas Novrianto, penata musik dalam film Senandung Kalianyar. Sementara itu, pilihan pemirsa jatuh pada Alisa karya Jecko K. Siompo.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;">Atas film-film tari dari Indonesia, Rhoda mengaku kagum dengan keberagaman gaya dan penuturan yang dilakukan para pembuatnya. Ide yang ditawarkan masih terlihat bebas dan karena itu Rhoda melihatnya sebagai suatu kelebihan. Berbeda dengan di Amerika yang sudah memiliki semacam batasan tersendiri. Kebebasan ini bagi Rhoda diperlukan untuk film tari. Sebagai media baru yang hingga sekarang belum terdefinisikan, film tari membutuhkan kebebasan untuk memperkaya eksplorasi visual.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;">Soal pembatasan dan kriteria ini memang sempat mengundang perdebatan seru yang berlangsung di acara diskusi panel pada hari terakhir, Minggu (13/3) pukul 10.00-12.00. Dalam acara yang dipandu Maxine Heppner, koreografer dari Kanada, diskusi itu tak memperoleh kesepakatan terhadap pengidentifikasian makhluk bernama film tari ini.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;">Apakah di dalamnya berupa dokumentasi pertunjukan atau sebuah kelompok tari, atau film musikal yang juga memiliki unsur gerak, semuanya itu tak bisa dijadikan ukuran. Sebab, ketika kita hanya melihat film tari sebagai dokumentasi&#8211;bukan dokumenter&#8211;maka akan terjadi penafian atas kerja estetik seorang sutradara. Dokumentasi hanya menginginkan seorang juru kamera untuk mengabadikan karya si koreografer. Demikian pula film musikal yang hanya menempatkan gerak sebagai elemen pengimbuh narasi yang digunakan untuk memvisualkan musik.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;">Toh kebebasan dan ketiadaan batasan ini tak otomatis meniadakan penilaian kualitas atas sebuah karya. &#8220;Saya akan melihatnya dari sisi bagaimana film itu bisa menyentuh penonton dan eksplorasi intelektual di dalamnya,&#8221; kata Rhoda yang telah berkarier di dunia seni pertunjukan lebih dari 25 tahun ini. Kualitas inilah yang dijadikan ukuran untuk menentukan nilai sebuah karya.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;">Seperti halnya video art yang dimasukkan sebagai anggota baru seni rupa, sejauh ini film tari dimasukkan dalam rumpun tari&#8211;meski Rhoda Grauer sendiri tidak bisa memberikan keputusan tegas atas hal ini. Sejatinya, film tari memang bukan milik siapa-siapa. Ia lebih merupakan media baru yang muncul sebagai sebuah gejala posmodernisme yang ingin mendobrak sebuah batasan. Inilah pluralisme yang memunculkan perlintasan, perkawinan atau peleburan ruang dan media. Tak ada yang absolut karena semuanya terus bertumbuh, termasuk untuk film tari.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;">Dan untuk itulah festival ini diadakan. Ia memunculkan keberagaman dan dinamisme di antara acara-acara paten di dunia seni pertunjukan khususnya tari. Memang tidak bisa dikatakan berhasil. Jumlah penonton yang kelewat sedikit bisa dijadikan penanda atas minimnya animo masyarakat terhadap acara ini. Yang datang pun kebanyakan komunitas tari. Saat diskusi panel pun orang film yang datang hanya Gotot Prakosa, dosen jurusan sinematografi Institut Kesenian Jakarta.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;">Seretnya perhatian ini memang bisa dijadikan pekerjaan rumah bagi penyelenggaraan festival semacam ini selanjutnya. Pemilihan waktu yang berlangsung di hari libur nasional yang jatuh berurutan dengan akhir minggu, bisa jadi membuat masyarakat lebih memilih untuk ke luar kota&#8211;mumpung libur panjang, kan? Belum lagi kesan eksklusif dan formal yang muncul sejak hari pertama.<br />
Gedung Kesenian Jakarta sebagai tempat acara menguarkan kesan agung, mewah, dan karenanya kerap dijadikan tempat pertunjukan resmi dari negara-negara asing. Belum lagi tiket masuk yang cukup mahal, Rp 20 ribu dan Rp 25 ribu. Kita masih ingat betapa murahnya tiket Jakarta International Film Festival ketika itu, di bawah Rp 10 ribu. Belum lagi menyebarnya tempat pemutaran film yang mendorong penonton dari berbagai daerah di Jakarta bisa memilih lokasi yang lebih dekat.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;">Sebagai barang anyar, memang akan lebih mudah mengenalkan pada masyarakat dengan cara menitipkan pada sebuah acara yang sudah memiliki publik&#8211;seperti Jakarta International Film Festival misalnya. Mungkin bisa dipikirkan bagi para pencinta film tari untuk bekerja sama dengan acara-acara yang sudah paten tersebut dengan cara memberikan sesi khusus yang memutar film-film tari terpilih. Dengan cara seperti ini, mungkin kelak kita bisa memiliki sebuah acara yang betul-betul berskala internasional.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/agusyr.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/agusyr.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agusyr.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agusyr.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agusyr.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agusyr.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agusyr.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agusyr.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agusyr.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agusyr.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agusyr.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agusyr.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agusyr.wordpress.com&blog=1441097&post=12&subd=agusyr&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusyr.wordpress.com/2007/08/30/festival-film-tari-dancemotion-jalan-panjang-sang-media-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a787783f12e8d98599a8f4056b153159?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Indonesia Tempo Doeloe</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Workshop &amp; Pertemuan Pengelola TV Komunitas Indonesia</title>
		<link>http://agusyr.wordpress.com/2007/08/29/workshop-pertemuan-pengelola-tv-komunitas-indonesia/</link>
		<comments>http://agusyr.wordpress.com/2007/08/29/workshop-pertemuan-pengelola-tv-komunitas-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Aug 2007 03:33:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesia Tempo Doeloe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Media Alternatif]]></category>
		<category><![CDATA[Televisi]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusyr.wordpress.com/2007/08/29/workshop-pertemuan-pengelola-tv-komunitas-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai tindak lanjut dari Seminar dan Workshop &#8221; Masa Depan TV Komunitas di Indonesia &#8221; yang diselenggarakan pada tanggal 30-31 Mei 2007 di Jakarta, GrabagTV ( stasiun televisi komunitas di Magelang, Jawa Tengah ) bekerjasama dengan Fakultas Film &#38; Televisi IKJ, Jakarta akan menyelenggarakan Workshop &#38; Pertemuan Pengelola TV Komunitas se-Indonesia, 29 Agustus hingga 2 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agusyr.wordpress.com&blog=1441097&post=5&subd=agusyr&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><font size="2">Sebagai tindak lanjut dari Seminar dan Workshop &#8221; Masa Depan TV Komunitas di Indonesia &#8221; yang diselenggarakan pada tanggal 30-31 Mei 2007 di Jakarta, GrabagTV ( stasiun televisi komunitas di Magelang, Jawa Tengah ) bekerjasama dengan Fakultas Film &amp; Televisi IKJ, Jakarta akan menyelenggarakan Workshop &amp; Pertemuan Pengelola TV Komunitas se-Indonesia, 29 Agustus hingga 2 September 2007, di Grabag, Magelang, Jawa Tengah. 2 agenda utama dalam acara ini adalah: Workshop Pengelolaan dan Produksi Program Untuk TV Komunitas serta Pertemuan TV Komunitas. <span id="more-5"></span></font><font size="2"><strong>Workshop Pengelolaan dan Produksi Program Untuk TV Komunitas</strong></font><font size="2">Tujuan workshop adalah: (1) Memberikan bekal kemampuan bagi para pengelola TV Komunitas yang belum eksis untuk mempersiapkan, mendirikan dan mengelola TV Komunitas; serta (2) Memberikan bekal bagi para pengelola TV Komunitas yang sudah eksis untuk meningkatkan diri terutama dalam pemrograman (<em>programming</em>) dan produksi program untuk siaran TV Komunitas.</p>
<p>Peserta workshop adalah para pengelola TV Komunitas, baik yang berbasis komunitas (geografis), perguruan tinggi ( TV Kampus) dan sekolah ( TV Sekolah ), baik yang sudah eksis maupun belum. Jumlah peserta dibatasi maksimal 20 orang. Setiap TV Komunitas hanya diperbolehkan mengirim 1 orang peserta.</p>
<p>Materi dan narasumber :</p>
<p>1.  Pendirian dan Pengelolaan TV Komunitas [Bimo Nugroho – KPI Pusat]</p>
<p>2.  Pemrograman TV Komunitas [Hartanto – FFTV IKJ]</p>
<p>3.  Jurnalistik Video [Ahmad Zaki – FFTV IKJ]</p>
<p>4.  Produksi Program – <em>multicamera</em> [DJ. Nawi &amp; Tomy W. Taslim – FFTV IKJ]</p>
<p>Workshop akan dilaksanakan selama 3 hari di Studio Grabag TV, Desa Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dari tanggal 29 hingga 31 Agustus 2007. Hasil workshop akan langsung diterapkan pada acara final &#8220;Grabag Olah Vokal&#8221; (GOLAV) tanggal 1 September 2007, yang merupakan salah satu acara Grabag TV. Seluruh peserta workshop dilibatkan dalam produksi program televisi ini. Pada acara GOLAV juga akan dilaksanakan workshop vokal dan penampilan bagi peserta GOLAV, dipandu oleh teman-teman dari Fakultas Seni Pertunjukan IKJ, Jakarta (Didi Petet, dkk).</p>
<p>Catatan: Penginapan di rumah penduduk sekitar Studio Grabag TV dan konsumsi peserta selama mengikuti kegiatan ditanggung oleh panitia; Transportasi peserta dari tempat asal ke desa Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah PP ditanggung oleh peserta masing-masing; Peserta tidak dipungut biaya pendaftaran.</p>
<p>Pertemuan TV KomunitasAcara ini bertujuan untuk mendirikan sebuah Asosiasi TV Komunitas Indonesia. Peserta adalah para pengelola TV Komunitas baik yang berbasis komunitas (geografis), perguruan tinggi ( TV Kampus) dan sekolah ( TV Sekolah ), baik yang sudah eksis maupun belum. Jumlah peserta  dibatasi maksimal 40 orang. Setiap TV Komunitas hanya diperbolehkan mengirim 2 orang peserta. Pertemuan dilaksanakan di Studio Grabag TV, Desa Grabag, Kabupaten Magelang, pada hari Minggu, 2 September 2007.Kontak panitia: Bpk. Supriyanto (Grabag TV), HP; 0818-464-892, email: <a href="mailto:grabagtv@yahoo.co.id">grabagtv@yahoo.co.id</a></p>
<p>Informasi perkembangan TV Komunitas Indonesia, silahkan bergabung dengan maillist [ tvkomunitas@yahoogroups.com ]</p>
<p>Informasi tentang TOR kegiatan di atas, form isian untuk calon peserta, dan denah lokasi Grabag TV Magelang di: [ http://groups.yahoo.com/group/tvkomunitas/files/ ]</p>
<p></font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/agusyr.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/agusyr.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agusyr.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agusyr.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agusyr.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agusyr.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agusyr.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agusyr.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agusyr.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agusyr.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agusyr.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agusyr.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agusyr.wordpress.com&blog=1441097&post=5&subd=agusyr&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusyr.wordpress.com/2007/08/29/workshop-pertemuan-pengelola-tv-komunitas-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a787783f12e8d98599a8f4056b153159?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Indonesia Tempo Doeloe</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>