Wawancara Andy F. Noya dengan Sultan Hamengku Buwono X (2)
Transkip wawancara Andy F. Noya dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam acara “Kick Andy” (MetroTV, Kamis, 20 September 2007, 22.05-23.00wib)

Andy; Baik, Pak Sultan kalau dilihat tadi gambaran yang ada walaupun tidak bisa mewakili semua masyarakat Jogjakarta, Anda memang mengatakan berkali-kali Anda tidak bersedia dipilih bahkan dalam kegiatan pisowanan ageng misalnya Anda menegaskan kembali bahwa Anda tidak bersedia dipilih. Tapi kalau dorongan begitu besar agar Anda kembali menjabat sebagai Gubernur, apakah Anda berubah pikiran?
Sultan: Saya kira orang kan tidak tahu bahwa saya sebelum menyatakan itu saya punya kegelisahan yang hampir satu bulan.
Andy: Apa itu?
Sultan: Ya .. untuk mengambil sikap itu.
Andy: Apa pertimbangannya?
Sultan: Itu akan menimbulkan pro dan kontra. Ya tapi tidak hanya menimbulkan pro dan kontra mungkin masyarakat sebagian akan mengatakan saya mengkhianati para pendahulu saya.
Andy: Ya itu yang cukup kuat.
Sultan: Ya kan. Itu semua kan mewarnai di dalam kegelisan saya. Saya tidak hanya berdialog dengan istri dengan anak dan sebagainya. Saya mencoba merenung ya… Dengan jujur saja ya… sebelum saya satu malam mendeclare itu saya jumat malem jam 12 malem itu saya masih berada di dalam masjid.
Andy: Untuk?
Sultan: Untuk merenung…. Ya di dalam masjid. Apa yang saya lakukan ini benar. Dengan segala kejujuran, keikhlasan ya….dengan hati nurani yang jernih. Dan itu saya temukan. Makanya saya dengan pasti saya mengatakan saya tidak bersedia.
Andy: Tapi apakah Anda tahu Anda telah mengecewakan banyak warga Jogjakarta.
Sultan: Lho itu bisa terjadi saat ini ya … tapi saya punya harapan seperti yang saya sampaikan pada waktu dialog di pisowanan ageng. Itu mungkin kegamangan, kekhawatiran ya. Dan mungkin itu menjadi apa … hati bersedih, tapi siapa tahu bahwa nanti sebetulnya dengan undang-undang keistimewaan Jogjakarta itu ditemui bukan hati yang sedih tapi hati yang berbahagia. Siapa tahu! Untuk rakyat.
Andy: Anda cukup melihat dari sisi itu?
Sultan: O iya to. Karena bagaimanapun Jogja ini sepenuhnya dari awal perjuangan diabdikan untuk republik.
Andy: Saya ingin sekali lagi menegaskan kalau terjadi perbedaan antara Anda sebagai Sultan dan Gubernur sebagai kepala pemerintahan, rakyat akan bingung. Nah bagaimana Anda membuat suasana menjadi harmonis kalau terjadi perbedaan seperti itu?
Sultan: Begini ya … terpaksa saya membocorkan sedikit ini …
Andy: (tertawa) ….
Sultan: Tapi ini bukan aspirasi saya tapi aspirasi yang dirumuskan oleh tim.
Andy: Tim apa?
Sultan: Ya… tim dari Gajah Mada yang untuk masukan kepada pemerintah lewat Departemen Dalam Negeri.
Andy: Apa itu?
Sultan: Ya … bagaimana Sultan ini ditempatkan pada posisi tertentu yang dimungkinkan sama DPRD Propinsi membuat suatu peraturan yang namanya Perdais yaitu Perautan Daerah Istimewa Jogjakarta. Menyangkut aspek kebudayaan, menyangkut aspek pertanahan, menyangkut aspek tata ruang. Semua kebijakan kalau itu sudah disetujui .. Perdais itu… Gubernur, Bupati, Walikota harus mengacu pada Perdais. Kalau tidak mengacu pada Perdais ya … saya bisa membatalkan keputusan itu.
Andy: Seorang Sultan bisa membatalkan jika ada penyimpangan dari Perdais tadi?
Sultan: Perdais berdasarkan kesepakatan bersama. Ya juga sepengetahuan DPRD Propinsi. Kan gitu? Ya … ini salah satu coba yang dikembangkan oleh tim dari Gajah Mada di dalam membangun satu leadership tadi.
Andy: Gagasan ini sudah final? Sudah diajukan kepada pemerintah pusat ya?
Sultan: Ya. Pemerintah nanti ga tahu apakah ada perubahan atau tidak. Nanti kan masuk ke DPR ya …
Andy: Menarik untuk tetap mengikuti pemikiran-pemikiran Sri Sultan Hamengkubuwono ke X karena itu jangan beranjak dari tempat anda ikuti terus pendapat-pendapat, pandangan Sri Sultan Hamengkubuwono ke X berkaiatan dengan Kesultanan Yogyakarta. Pastikan bersama saya … (applause)….
December 25, 2007 at 1:58 pm
Untuk kedepan mestinya Sultan Hamongku Buwono X tidak jadi Gebernur tetapi menjadi Presiden RI, siap untuk mendukungnya.
February 26, 2008 at 12:37 pm
Saya juga siap mendukung Sultan ,jika Beliau mencalonkan jadi
Presiden RI , Republik ini sudah semakin ‘dalam’ rusaknya – disegala sisi dan lini.
Pasangan ideal nya mungkin Bpk.Wiranto .
March 16, 2008 at 2:26 pm
Sultan jadi Presidennya, pindahkan ibukota ke Kulon Progo … wah … sip itu …
January 5, 2009 at 4:47 am
kalo ndukung pak sultan , dalam pemilu legislatif , kita harus pilih partai apaa yaa .. ??
January 21, 2009 at 2:00 am
Saya juga siap dukung dan semoga Sri Sultan menjadi Presiden RI.
Semoga Tuhan memberkati.