Wawancara Andy F. Noya dengan Sultan Hamengku Buwono X (2)
Transkip wawancara Andy F. Noya dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam acara “Kick Andy” (MetroTV, Kamis, 20 September 2007, 22.05-23.00wib)

Andy; Baik, Pak Sultan kalau dilihat tadi gambaran yang ada walaupun tidak bisa mewakili semua masyarakat Jogjakarta, Anda memang mengatakan berkali-kali Anda tidak bersedia dipilih bahkan dalam kegiatan pisowanan ageng misalnya Anda menegaskan kembali bahwa Anda tidak bersedia dipilih. Tapi kalau dorongan begitu besar agar Anda kembali menjabat sebagai Gubernur, apakah Anda berubah pikiran?
Sultan: Saya kira orang kan tidak tahu bahwa saya sebelum menyatakan itu saya punya kegelisahan yang hampir satu bulan.
Andy: Apa itu? (lagi…)
5 comments September 23, 2007
Wawancara Andy F. Noya dengan Sultan Hamengku Buwono X (1)
Transkip wawancara Andy F. Noya dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam acara “Kick Andy” (MetroTV, Kamis, 20 September 2007, 22.05-23.00wib)

Andy: Pak Sultan, pernyataan Anda untuk tidak bersedia dipilih kembali sebagai Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, sebenarnya alasan yang jujur itu apa sih ?
Sultan: Kenapa itu menjadi suatu question sebetulnya ?
Andy: Karena banyak orang tidak percaya semudah itu Anda menyatakan tidak bersedia. Pasti ada latar belakang lain … Sultan: Semudah itu atau memang tidak biasa ? (tertawa)
Andy: (tertawa) … Alasan pensiun kurang bisa diterima ya ? Masih gagah seperti ini …
Sultan: Jadi begini ya. Saya melihat bahwa tantangan jaman ini sudah berubah.
Andy: Sudah berubah …
Sultan: Ya.
Andy: Artinya ? (lagi…)
2 comments September 23, 2007
Festival Film Tari Dancemotion Jalan Panjang Sang Media Baru
Tulisan Dewi Ria Utari di Koran Tempo, Selasa 15 Maret 2005
Sudah menjadi risiko ketika sebuah barang baru belum mendapat tempat. Inilah yang terjadi di acara festival Dance on Screen bertajuk DancEmotion yang diselenggarakan Tari Indonesia di Gedung Kesenian Jakarta, 10-13 Maret. Festival yang memutar 61 film dari 20 negara ini sepi penonton.
Memang bukan perkara gampang untuk menarik minat penonton. Apalagi film tari termasuk spesies baru yang tak mutlak dimiliki baik oleh dunia tari maupun film. “Ini merupakan media baru yang bahkan di Amerika saja baru muncul pada 1960-1970-an,” kata Rhoda Grauer, produser, penulis, dan peneliti kebudayaan yang karya terakhirnya berupa skenario untuk pertunjukan drama I La Galigo karya Robert Wilson. Dari pendapat Rhoda Grauer ini, kita sebenarnya bisa memahami bagaimana perjalanan film tari di dunia internasional masih anak bawang. Amerika sebagai salah satu perintis tari modern–lewat nama-nama besar seperti Isadora Duncan pada 1920-an–baru meluncurkan sebuah festival film tari pada 1971. Festival yang dinamai Dance on Camera ini digagas oleh Susan Braun, pendiri Dance Films Association pada 1956. (lagi…)
Add comment Agustus 30, 2007
Workshop & Pertemuan Pengelola TV Komunitas Indonesia
Sebagai tindak lanjut dari Seminar dan Workshop ” Masa Depan TV Komunitas di Indonesia ” yang diselenggarakan pada tanggal 30-31 Mei 2007 di Jakarta, GrabagTV ( stasiun televisi komunitas di Magelang, Jawa Tengah ) bekerjasama dengan Fakultas Film & Televisi IKJ, Jakarta akan menyelenggarakan Workshop & Pertemuan Pengelola TV Komunitas se-Indonesia, 29 Agustus hingga 2 September 2007, di Grabag, Magelang, Jawa Tengah. 2 agenda utama dalam acara ini adalah: Workshop Pengelolaan dan Produksi Program Untuk TV Komunitas serta Pertemuan TV Komunitas. (lagi…)
9 comments Agustus 29, 2007
Situs Film Alternatif Indonesia
[ filmalternatif.org ] adalah proyek portal informasi bagi komunitas film Indonesia, merupakan pengembangan dari penerbitan Buku Saku Direktori Komunitas Film Indonesia ( 2003 ) yang dilanjutkan dengan situs blog Data Komunitas [http://datakomunitas.wordpress.com]Visi: Memperkuat jaringan komunikasi dan informasi bagi individu maupun kelompok yang bersinggungan dengan wacana film baik langsung maupun tidak. Misi: Membuat ruang komunikasi dan informasi yang dapat diakses oleh publik baik individu maupun kelompok yang bersinggungan dengan wacana film baik secara langsung maupun tidak.
Anda dapat memasukkan profil komunitas atau lembaga secara mandiri dengan registrasi menjadi anggota (cuma-cuma) dan mengisi formulir yang tersedia. Profil tersebut dapat diperbaharui setiap saat secara mandiri sehingga segala perubahan data yang menyangkut keaktualitasannya dapat tetap terjaga karena database tersebut merupakan sumber informasi penting bagi pelaku film baik dari dalam maupun luar Indonesia.
Sebagai anggota, Anda juga dapat memiliki akses ke database komunitas atau lembaga film Indonesia, forum dimana Anda dapat berbagi informasi dengan anggota lain, atau berpartispasi dengan mengirimkan berita, artikel, atau agenda acara. Info lebih lanjut, hubungi: [contact@filmalternatif.org ] atau Dimas Jayasrana [0815.134.633.61].
1 comment Agustus 29, 2007
Jangan Bugil di Depan Kamera !
Anak muda Indonesia: Jangan Bugil di Depan Kamera! Sebuah seruan yang unik dan menggelitik namun tepat sasaran bisa kita temukan di situs [ Gerakan ini berawal dari keprihatinan akan maraknya peredaran foto dan rekaman video amatir di internet yang menyajikan pose dan adegan sex. Yang lebih memprihatinkan (berdasarkan survei yang dilakukan penggagasnya), sebagian besar dilakukan oleh pelajar SMA dan mahasiswa (asli Indonesia!). Karenanyalah, embrio gerakan ini berupaya menyebarkan pesan untuk tidak terjebak dalam arus pornografi, khususnya di dunia maya.
Kampanye ini seolah menyatakan bahwa Soempah Pemoeda 1928 masih belum cukup untuk menjamin masa depan Indonesia yang lebih baik, terutama masa depan anak muda kita. Selain ikrar anti narkoba, anti korupsi, anti kekerasan, anti pembajakan, … dan segudang anti-anti lainnya, setidaknya anak muda Indonesia (bahkan kita semua) musti rajin berikrar untuk 1 soal lagi: DEMI MASA DEPAN KITA DAN INDONESIA YANG LEBIH BAIK, KAMI BERJANJI TIDAK AKAN BUGIL DI DEPAN KAMERA!
10 comments Agustus 28, 2007